Ronald Frank: Seni Memuji Wanita

8:30 AM by



Ha? Apa-apain ini?

Seni memuji Wanita?

Bukankah kita harus “Jaga Value” didepan wanita dengan tidak memuji dia? Bukankah jika wanita dipuji, maka dia akan besar kepala dan menganggap kita gampangan? Bukankah memuji itu cara lama yang tidak adil dan “konflik” dengan cara emosi bekerja?

Didalam buku “How To Win Friends And Influence People” karangan Dale Carnagie dikatakan bahwa: “Keperluan dan Kebutuhan MENDASAR yang paling dicari banyak orang dalam ber-sosial adalah PUJIAN”

Betul kan? Semua orang MAU, SUKA dan MENCARI PUJIAN, Bahkan orang yang mengaku TIDAK INGIN DIPUJI sekalipun mengharapkan PUJIAN dengan mengatakan dia “tidak ingin dipuji”.

SEMUA ORANG SUKA DIPUJI.

Nah jika semua orang termasuk wanita suka dipuji, kenapa tidak kita puji saja mereka?

Namun pujiannya bukanlah pujian yang membuat kita terkesan menjadi “butuh-butuh amat” atau NEEDY.

Oleh karena itu, kita harus tau dulu pujian yang mana yang menurunkan value dan pujian mana yang bisa meningkatkan value…

Jika anda semua pernah memuji wanita namun mereka merespon biasa-biasa saja atau bahkan turn-off, berarti pujian anda adalah pujian yang salah.

Lalu Bagaimana yang BENAR?

Yang Benar adalah konsep yang saya beri nama “The Art of Complimenting Woman“.

Hal pertama yang harus anda perhatikan adalah otak anda dapat merasakan energi negatif atau positif dari otak orang lain yang sedang berkomunikasi dengan anda. Dengan kata lain, rasa curiga bisa langsung anda rasakan jika anda menangkap emosi negatif dari orang lain yang sedang berbicara dengan anda melalui body language, ekspresi wajah dan intonasi suaranya.

Wanita 10x lebih sensitif dalam membaca body language dan EMOSI. Oleh karena itu, Wanita dapat MERASAKAN apakah pujian anda itu pujian yang JUJUR atau pujian yang INGIN mendapatkan sesuatu darinya.

Contoh pujian yang INGIN mendapatkan sesuatu:

Pria: Kamu cantik banget deh… [dengan wajah tersenyum dan menunggu jawaban dari si Wanita] 
Wanita: Makasih… [memberi jawaban karena MERASA ditunggu jawabannya]

Dilihat dari contoh diatas, Pria berkata “kamu cantik banget deh” lalu memberikan wajah tersenyum dan MENUNGGU jawaban si wanita… itu menandakan si Pria memberikan PUJIAN untuk MENDAPATKAN rasa TERIMAKASIH dari si Wanita dan BERUSAHA membuat si Wanita menjadi SUKA dengan si Pria.

Itu “TANDA” bahwa Pria memberikan Pujian untuk MENDAPATKAN sesuatu, yaitu rasa terimakasih dari sang Wanita, yang dia pikir merupakan “cara” untuk membuat wanita SUKA dengannya.

Namun TIDAK DEMIKIAN, Itu namanya PUJIAN butuh BAYARAN.

Bagi anda yang bekerja, coba perhatikan pada saat Boss anda datang dan berbincang-bincang dengan para karyawan, lihat siapa karwayan yang MEMUJI si Boss dengan PUJIAN butuh BAYARAN…

Nah lalu bagaimana dengan PUJIAN yang JUJUR?

Contoh 1:
You: Kamu cantik deh… [dengan wajah serius, setengah senyum dan TIDAK mengharapkan jawaban apa-apa]

Dan tanpa menunggu jawaban, langsung bicarkan hal lainnya…

Contoh 2:
Girl: Tolong ambil berkas itu dong…
You: [menolong si Wanita] ini berkasnya… [setengah senyum dan langsung pergi tanpa BUTUH kata TERIMAKASIH dari si Wanita]

Contoh 3:
Situasi sedang makan malam
Girl: [sendoknya terjatuh] yah sendoknya jatuh…
You: [mengambil sendoknya dan memberikannya ke si Wanita] ini… hati-hati lain kali [muka serius, setengah senyum dan TIDAK mengharapkan kata TERIMAKASIH dan langsung membicarakan hal lain]

Lihat kan bedanya?

Hal yang sepertinya sama namun SANGAT-SANGAT BEDA.

Jika anda memberikan pujian yang jujur, maka respon yang akan diberikan wanita adalah respect karena itulah yang dinamakan being a gentlemen. Jika anda ingin memuji, menjaga, menolong atau menyayangi wanita, lakukan itu tanpa butuh rasa terimakasih nya atau meng-inginkan sesuatu darinya. Jadilah pe-muji dengan pujian yang tulus tanpa keinginan dibalik pujian anda.

Nah lalu bagaimana jika anda MEMUJI dengan JUJUR namun respon Wanita “menganggap” anda TIDAK MEMUJI dengan JUJUR dan hanya menginginkan sesuatu darinya?

Contoh 1:
You: Kamu cantik hari ini… [jujur]
Girl: Ya… udah banyak yang bilang kok, lagian gue udah punya cowo yang sering muji gue… [menganggap pujian anda sebagai alat untuk membuat dia SUKA sama anda]

Contoh 2: 
Hal ini pernah kejadian oleh salah satu sahabat PW yaitu Masterkiss… waktu itu kami sedang berada di club dan seorang wanita yang “tidak terlalu cantik” tampak berdiri sendirian dan Masterkiss menyapanya:

MK: eh, lu lagi sendiri aja? Mending kita ngobrol aja [ini ajakan jujur dari masterkiss yang cuma ingin bersosial saja dan tidak bermaksud MENUNJUKAN rasa suka ke si wanita.]

Girl: oh gitu? Lu mau DANCE? Ya udah sana! SILAHKAN AJA SENDIRI! [si Wanita berfikir bahwa Masterkiss Cuma BASA-BASI yang ujung-ujungnya MAU ngajak si cewe DANCE]

Contoh 3:
You: Gue suka sama lu… ternyata lu asik… [jujur]
Girl: Ya! Whatever la! [menjadi besar kepala karena dipuji dan menganggap remeh pujian yang jujur]

Nah lalu apa yang HARUS kita lakukan pada saat hal seperti ini terjadi?

Lakukanlah sesuatu yang disebut PUSH-PULL atau TARIK-ULUR…

Contoh tarik ulur menurut kasus diatas:

Contoh 1:
You: Kamu cantik hari ini… [jujur]
Girl: Ya udah banyak yang bilang, lagian gue udah punya cowo yang sering muji gue kok… [menganggap pujian anda sebagai alat untuk membuat dia SUKA sama anda]

> > YOU: Oh bagus deh… jadi gue ga perlu muji lu lagi!

Contoh 2:
MK: eh, lu lagi sendiri aja? Mendingan kita ngobrol aja yuk [ini ajakan jujur dari masterkiss yang Cuma ingin bersosial saja dan tidak bermaksud MENUNJUKAN rasa suka ke si wanita.]

Girl: oh gitu? Lu mau DANCE? Ya udah sana! SILAHAKAN AJA SENDIRI! [si Wanita berfikir bahwa Masterkiss Cuma BASA-BASI yang ujung-ujungnya MAU ngajak si cewe DANCE]

> > MK: lho? jadi LU PIKIR gue mau DANCE sama lu ya?

Girl: [gugup dan malu] mmm… engga!

MK: ya udah, baguslah lu nyadar… gue cuma mao ngobrol… nama lu siapa by the way?

— kelanjutannya tidak usah diragukan lagi —

Contoh 3:
You: gue suka sama lu… ternyata lu asik… [jujur]
Girl: yea! Whatever la! [menjadi besar kepala karena dipuji dan menganggap remeh pujian yang jujur]

> > YOU: hahaha ternyata… gue tarik deh ucapan gue…

Liat bagaimana PUSH-PULL bekerja?

Anda Memuji > Respondnya Bagus > Teruskan Memuji

Anda Memuji > Respondnya BITCHY > Berikan “sedikit” Hukuman dengan “sedikit” Mengejek

Itu adalah BASIC dari “The Art of Complimenting Woman“, sekarang mari kita bahas lebih dalam lagi.

Ingat kan Broca Region dan Rectacular Activating System yang ada pada otak manusia? (Baca eBook BAB II). Yang Intinya adalah jangan melakukan sesuatu secara KONSTAN, melainkan selalu ber-ubah-ubah dan TAK TERDUGA.

Jadi pada saat memberikan pujian, lakukan ini:
Puji, puji, puji, ejek, ejek, puji, ejek, puji, puji, ejek, ejek dst
Jangan MEMUJI terus menerus… dan pada saat memuji, pastikan PUJIAN anda BERKUALITAS.

Lalu pada saat anda memberikan sedikit EJEKAN namun dia MARAH apa yang harus dilakukan? Kita lihat dulu:
Apakah sang Wanita benar-benar MARAH?
Atau “sekedar” memberikan TEST kepada anda?

Kalau dia BENAR-BENAR marah, berarti anda SALAH mengejeknya. Ejekan yang saya maksud bukanlah “hinaan” melainkan sebuah Tools yang dikenal dengan nama “FLIRTING”. Flirting adalah “ejekan” yang dapat menumbuhkan CHEMISTRY.

BACA JUGA:


0 komentar: